WELCOME TO MY BLOG

Kamis, 30 Desember 2010

PEMUDA DAN SOSIAL

PEMUDA DAN SOSIAL
Pemuda mendengar kata itu serentak fikiran kita mengingatkan kita pada manusia yang masih mempunyai banyak tenaga positif dan fikiran yang luas serta mempunyai tanggung jawab terhadap generasi tua. Pemuda merupakan generasi penerus bangsa yang sanga di butuhkan oleh berbagai lingkungan maupun seluruh rangkap lingkungan manapun. Menjadi pemuda itu susah- susah gampang. Karena, beban yang dipikul pemuda sangatlah berat yang disebabkan oleh tantangan duniawi dan fikiran yang membelok kea rah yang negatif.

Munculnya ruang waktu pemisah antara generasi muda dan generasi tua merupakan akibat dari benturan dua kebudayaan yaitu tradisional dan modern. Dimana budaya tradisional itu dianut oleh generasi tua yang terdahulu dan budaya modern dikembangkan oleh generasi muda yang mendapatkan pengaruh eksternal yang berupa bawaan dari budaya negara lain maupun pada media elektronik.

Perkembangan dengan tidak adanya kematangan/kedewasaan mental dan arah yang baik maka dapat menimbulkan masalah seperti pada penyalahgunaan telephon genggam (mobile phone) atau sering juga disebut HP, dengan adanya pembaharuan-pembaharuan dari alat komunikasi ini menjadikan fungsi media hanphone menjadi barang prestise dalam pergaulan anak muda jika tidak menggunakan HP model baru dapat dikatakan “kuno” atau “ketinggalan jaman”. Selain itu semakin canggihnya fungsi HP yang dapat digunakan mengambil foto dan merekam gambar yang bergerak sering kali dipersalah gunakan untuk merekam gambar dan film porno. Permasalahan ini adalah kadang kala menyebabkan generasi muda malas untuk bersosialisasi dalam masyarakat. Hal- hal yang sebenarnya tidak bermanfaat dilakukan tetapi banyak dilakukan oleh pemuda itu sendiri.
Sebenarnya sosialisasi itu sangat penting. Karena, apabila bersosialisasi manusia dapat menemukan hal yang baru, mendapatkan rekan yang saling pengertian, membenarkan setiap moral dan menaati setiap norma. Karena setiap individu dalam berinteraksi selalu melibatkan individu lain baik yang berkelompok maupun tidak. Dalam hubugannya,individu dapat mengubah, memperbaiki bahkan merusak eksistensi suatu kelompok/lingkungan demikian juga sebaliknya kelompok/lingkungan juga dapat mengubah dan merusak individu sebagai akibat perusakan individu terhadap lingkungannya. Dengan demikian perspektif masyarakat mengenai pemasalahan-permasalahan pemuda juga harus dilihat dari kaca mata yang berbeda pula. Perilaku yang menyimpang belum tentu karena adanya keinginan dari dalam pemuda itu sendiri melinkan lingkungan yang dibentuk oleh generasi terdahulu juga berpotensi memicu tindakan yang menyimpang oleh pemuda. Keseimbangan antara manusia dan lingkungannya adalah suatu keseimbangan yang dinamis, suatu interaksi yang bergerak. Arah itu sendiri mungkin ke arah kehancuran atau perbaikkan. Hal itu tergantug pada tingkat pengelolaan manusia terhadap lingkungannya, baik potensi manusiawi maupun potensi fisik yang ekonomis.
Jurang pemisah antar golongan akan musnah jika kita memandang semua golongan itu sebagai totalitas (orang tua, pemuda, anak-anak). Dengan demikian tidak ada pertentangan antara pemuda, orang dewasa (generasi tua) dan anak-anak, secara fundamental. Tidak ada generasi yang menganggap dirinya pelindung generasi sekarang atau yang akan datang. Semuanya bertanggung jawab atas keselamatan kesejahteraan, kelangsungan generasi sekarang dan yang akan dating.Kalaupun perbedaan dalam kematangan befikir, dalam menghayati makna hidup dan kehidupan ini semata-mata disebabkan oleh tingkat kedewasaannya saja. Melainkan perbedaan antara kelompok-kelompok yang ada, antara generasi tua dan generasi muda misalnya, hanya terletak pada derajat dan ruang lingkup tanggung jawabnya.

0 komentar: